Senin, 20 November 2017

Pak Lasono Cemplon Penjual Lucu

Banyak sekali cara unik yang dilakukan pedagang untuk menarik calon pembeli. Salah satunya adalah pak lasono atau lebih dikenal dengan Pak Cemplon.
Penjual di pasar jatinom, klaten ini memiliki cara unik dalam berjualan/ pedagang perkakas rumah tangga dan pertukangan ini menggunakan banyolan untuk menarik pembeli. Bahkan kini sudah banyak yang menggunggah aksinya di youtube.
Untuk setiap barang dia tawarkan mulai dari harga tertinggi. Seperti gergaji yang dia buka dengan harga rp. 75.000, kemudian turun bertahap hingga rp. 20.000.
Tak hanya gergaji, Pak Cemplon juga menawarkan palu, silikon, pensil, sabit, pisau dan lain-lain.
Aksi Pak Cemplon membuat warga mampir dan berkerumun di depan barang dagangannya. Sesekali ia melawak disambut tawa warga yang mengerumuninya.
Tidak setiap hari Pak Cemplon berjualan disini. Beliau berjualan berdasarkan pasaran jawa, pon, wage, kliwon, legi dan pahing. Selain di pasar tradisional daerah klaten, Pak Cemplon juga sampai di sukoharjo, magelang dan jogjakarta.
Karena lawakannya, kehadiran Pak Cemplon selalu dinanti.
Dalam berdagang, Pak Cemplon hanya butuh waktu tak lebih dari 2 jam. Dalam waktu itu dagangannya terjual antara 80 – 100%. Untuk sekali berjualan bisa mendapat keuntungan antara 200 – 300 ribu rupiah.
Barang dagangan dia sudah ada yang mensuplay,  sebagian beli ke solo untuk melengkapinya.

Hasil berjualan sejak tahun 90an, beliau berhasil mengantarkan kedua anaknya menjadi sarjana.
#penjual lucu #pak cemplon #cemplon #pak lasono
https://youtu.be/rnGJmVnByic 

Selasa, 20 September 2016

BENALU
Ada benalu di pohonku..
akar dan cakar cakarnya mencengkeram kuat penuh kehausan...
taringnya menyeringai buas dengan ketamakan.. 
Ada benalu di pohonku.. 
Menggerogoti tanpa henti hingga pohonku kini lapuk dan rapuh.. 
Ada benalu dipohonku.. 
 Manggut manggut tersenyum sinis 
menghisap tiap saripati yang bisa di hisap 
dengan picik dan licik.

Senin, 02 November 2015

EKSOTISME CANDI BANYUNIBO



Candi banyunibo (yang berarti 'air jatuh-menetes' dalam bahasa jawa) adalah candi buddha yang berada tidak jauh dari candi ratu boko, yaitu di bagian sebelah timur dari kota yogyakarta ke arah kota wonosari. Sekitar 5,6 km ke arah selatan dari candi prambanan dan secara administratif terletak di dusun cepit, bokoharjo, prambanan sleman, yogyakarta.
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman kerajaan mataram kuno, pada bagian atas candi ini terdapat sebuah stupa yang merupakan ciri khas agama Buddha.
Candi ini diketemukan dalam keadaan runtuh dan kemudian mulai digali dan diteliti pada tahun 1940-an.
Dari puing-puing di sekitar/ diperkirakan ada 6 buah candi perwara (candi pendamping) berbentuk stupa di sekeliling candi utama di sebelah selatan dan timur.
Di sebelah utara candi terdapat tembok batu sepanjang 65 m membujur dari barat ke timur. candi ini juga terdapat ruang yang bisa kita masuki, didalamnya terdapat ruang untuk sembahyang agama Budha.
Mari berkunjung, hanya dengan merogoh kocek 5.000 rupiah saja.